“Kunci Untuk Penuaian”

– Ps. Erwin Widodo

Bagaimana kita bisa menuai di musim ini dengan luar biasa?

 

  1. Meninggikan Tuhan

“…dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari atas bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.” – Yoh 12:32

Jika kita rindu Tuhan mengirimkan banyak jiwa ke OHCC, maka kita perlu meninggikan Dia, dan dengan sendirinya hadirat Tuhan itu yang akan menarik banyak jiwa datang kepadaNya.

Tuhan itu sudah mahatinggi sehingga kita tidak bisa lagi menjadikan Dia lebih tinggi, yang perlu kita lakukan adalah “merendahkan diri” kita di hadapanNya.  Sebagai pelayan Tuhan, mari kita semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mempunyai karakter “rendah hati” terhadap semua orang.

 

  1. Selalu berada di mana Yesus berada

“Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” – Yoh 12:26

Selalu berada di mana Yesus berada artinya:

 

  • Hidup kita melekat intim dengan Tuhan

 

Henokh hidup bergaul karib dengan Tuhan ( Kej 5:22 )

Keintiman dibangun melalui kehidupan doa kita, membangun mezbah pribadi dengan Tuhan setiap hari. Mazmur 119:159 “Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.”

Orang yang intim dengan Tuhan kesukaannya adalah Firman Tuhan, ia menikmati bergaul dengan FirmanNya.

 

 

  • Kita kembali pada kasih mula-mula

 

Apakah kita masih punya kerinduan untuk selalu mau bertemu Tuhan seperti ketika dulu pertama kali hati kita dijamah olehNya?

 

 

  • Kita taat kepada-Nya

 

Meski tidak mudah – seperti Nuh saat membangun bahtera

Meski ada pengorbana harga yang harus dibayar – seperti Abraha harus meninggalkan segalanya untuk taat pada Tuhan pergi ke tempat yang ia tidak ketahui

Ketaatan selalu membawa berkat dan membawa kita makin dekat dengan Tuhan.

 

Pastikan bahwa di mana Tuhan berada, di situ kita juga berada.

 

  1. Biji gandum harus jatuh dan mati

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” – Yoh 12:24

 

Kalau kita hanya ingin di satu tempat yang aman, tidak mau ditimbun, hanya mau dilihat orang, maka kita hanya akan menjadi tetap sebuah biji saja.

Tapi biji itu harus jatuh ke tanah, dikubur, dan baru kemudian dia akan mulai bercabang, bertunas, dan akhirnya berbuah.  Dari satu biji bisa menghasilkan banyak buah.

Kalau kita mau berbuah banyak , kita harus bersedia jatuh dan mati.  Alkitab menuliskan bahwa Yesus jatuh (dihina, direndahkan) dan mati (bahkan sampai mati di kayu salib) – Fil 2:8

 

Pengertian MATI menurut Filipi 2:3-7

 

  1. Tidak egois

Ciri orang yang mati adalah dia tidak egois, tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia  ( ay 2 )

 

  1. Mengutamakan orang lain

Kalau kita mau naik level, layanilah orang lain sebagai yang lebih utama daripada diri kita sendiri ( ay 3 )

 

  1. Tidak pernah mengambil pujian dan kemuliaan, semuanya dikembalikan kepada Bapa di sorga ( ay7 )

Yesus ditinggikan oleh Bapa, bukan meninggikan diri sendiri.  Dunia ini banyak cobaan, salah satunya adalah pujian. Contoh: Yesus dicobai melalui pujian.