“Membangun Dasar yang Kokoh”

– Ps. Illyana Widodo

Baca : Matius 7:24-27

 

Dalam suatu perumpamaan, Tuhan Yesus mengatakan ada 2 macam rumah yg dibangun. Rumah yg pertama dibangun diatas batu, dan satunya lagi dibangun diatas pasir.

Keduanya tidak menampakkan banyak perbedaan kalau dilihat dari luar, sampai terjadi hujan & badai, yang ternyata dapat mengungkap kualitas sesungguhnya dari kedua rumah tsb.

 

Hujan = berkat & promosi

Badai = masalah & ujian

 

Sama seperti hujan & badai terjadi terhadap kedua rumah, berkat dan ujian juga Tuhan izinkan terjadi baik dalam kehidupan orang yg melakukan Firman maupun yg tidak, untuk membedakan keduanya.

Perbedaan yang nampak adalah dari tingkah laku ketika menghadapi masalah.

 

Perhatikanlah apakah kita bereaksi atau merespon :

 

Reaksi : tingkah laku & perkataan didrive oleh perasaan/insting ( panik, mundur, kecewa, pahit hati, dsb )

Respon : tingkah laku & perkataan didrive oleh Firman Tuhan

 

Orang yang melakukan Firman segala perkataan dan tingkah lakunya akan mengikuti Firman Tuhan, bukan perasaan/instingnya lagi.  Ia tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai ujian ( berkat maupun masalah ) artinya tahan goncangan hujan dan badai.

Fondasi/dasar yg kokoh ternyata adalah faktor yg paling penting, karena rumah yang tetap tegak berdiri di tengah hujan & badai adalah yg dibangun diatas dasar yg kuat ( batu ).

 

Oleh karena itu fokus kita bukanlah membangun rumah, tetapi membangun dasarnya.

 

Membangun dasar yg kokoh berarti membangun orang, krn ketika orang-orang dalam suatu komunitas kuat maka komunitas itu juga kuat.

 

Bagaimana caranya membangun dasar yang kokoh?

 

 

  • Masukkan Firman Tuhan setiap hari secara teratur

 

Setiap orang pasti makan tiap hari, meski tidak selalu ingat apa yang dimakan, tetapi jika tetap makan maka tubuh kita pasti akan bertumbuh dan menjadi kuat.  Demikian juga halnya membaca SMA Firman Tuhan sebagai makanan rohani, harus dilakukan rutin dan teratur setiap hari supaya manusia rohani kita dapat bertumbuh dan menjadi kuat.

 

 

  • Jangan menjauhkan diri dari Pertemuan Doa

 

Hadirlah dengan setia dalam Doa Pagi, Doa Pengerja, KPN, dan Doa Fajar.  Dalam setiap pertemuan doa itu ada Corporate Annointing , yang kita terima.

Dampaknya :

  • Pengurapan akan membuat roh kita menjadi kuat & perkasa, sehingga akan memampukan kita untuk berespon dengan tepat.
  • Hal tsb membuat kita seperti mencangkokkan diri dengan Bapak Rohani, sehingga setiap urapan yang ia terima juga dapat kita terima dan kita mengalami percepatan menjadi dewasa dan berbuah dibandingkan jika kita berjalan sendiri.

 

 

  • Latihan, bayar harga, sangkal diri

 

“Discipleship cost everything we have” – Billy Graham

Banyak orang sulit bayar harga karena :

  • Merasa rugi jika melakukan firman
  • Merasa berat & menjadi beban

Padahal kita melakukannya untuk Tuhan.

Demikian juga,  pelayanan merupakan bentuk ucapan syukur karena anugerah Tuhan yang sudah menebus kita, bukan merupakan beban & paksaan.

Ketika kita setia melayani dengan  berfokus pada Tuhan, maka kita berani membayar harga dan menyangkal diri, bukan mengharap berkat / promosi yang hanya merupakan bonus.

 

Mari kita memasuki tahun permulaan baru dengan sikap yang berbeda, tinggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang menghalangi, belajar untuk merespon dengan benar dan bukan bereaksi…

 

Amin, Tuhan Yesus memberkati.